Minggu, 19 Apr 2026

Trump Penuh Kebanggaan Melumpuhkan Jembatan Terbesar Iran




Kasus Viral | Jembatan terbesar di Iran yang berada di sekitar Teheran dilaporkan runtuh setelah mengalami serangan udara yang dikaitkan dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengunggah rekaman video kehancuran jembatan bernama B1 tersebut pada Kamis (2/4/2026), seraya menyampaikan peringatan keras kepada Iran agar segera mencapai kesepakatan sebelum ketegangan meningkat lebih jauh.

Dalam tayangan video yang beredar, tampak kepulan asap tebal disertai puing-puing besar setelah struktur jembatan tersebut terlihat runtuh.

Melalui unggahannya di Truth Social, Donald Trump menyampaikan, "Jembatan terbesar di Iran runtuh, tak akan pernah digunakan lagi masih banyak lagi yang akan menyusul! Sudah saatnya Iran membuat kesepakatan sebelum terlambat, dan tidak akan ada yang tersisa dari apa yang masih bisa menjadi negara hebat!". 

Di sisi lain, jembatan jalan raya B1 tersebut diketahui merupakan jalur utama yang menghubungkan ibu kota Iran dengan kota Karaj di bagian barat. Infrastruktur ini bahkan disebut sebagai salah satu jembatan tertinggi di kawasan Timur Tengah dan baru saja diresmikan pada awal tahun ini, sebagaimana dilaporkan oleh Fox News.

Lebih lanjut, televisi pemerintah Iran memperingatkan adanya potensi aksi balasan. Mereka menyebut bahwa militer Iran telah mengidentifikasi sejumlah jembatan di negara-negara Timur Tengah yang bersekutu dengan Amerika Serikat sebagai target, sebagaimana dikutip dari Iran International.

Dalam siaran tersebut disampaikan, "Beberapa menit yang lalu, musuh Amerika-Zionis sekali lagi menargetkan jembatan B1 di Karaj."

Sementara itu, laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa jumlah korban tewas meningkat dari dua orang menjadi delapan orang. Selain itu, sekitar 95 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Tidak hanya itu, Fars News Agency juga melaporkan bahwa sejumlah wilayah lain di Karaj turut terdampak oleh serangan tersebut. Media tersebut menyebutkan bahwa pihak Iran kini tengah mempertimbangkan rencana pembangunan kembali jembatan dengan melibatkan para insinyur dan tenaga ahli.

Sebagai bentuk respons lebih lanjut, Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan telah mengidentifikasi sejumlah infrastruktur jembatan di negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai target potensial, termasuk di Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Abu Dhabi, hingga wilayah Yordania–Tepi Barat.

Di sisi diplomatik, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menilai serangan terhadap infrastruktur sipil tersebut sebagai bukti keruntuhan moral pihak lawan.

Dalam pernyataannya di platform X, Abbas Araghchi menyampaikan, “Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa Iran untuk menyerah. Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau.”

Ia juga menambahkan, “Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih adalah kerusakan pada reputasi Amerika.”

Lebih lanjut, dalam pernyataan bernada tegas lainnya, ia memperingatkan Donald Trump serta pihak-pihak pendukungnya agar tidak melakukan eskalasi yang dinilai berisiko memicu ketidakstabilan global, khususnya dengan mengganggu pasokan energi penting dunia.

“Ada satu perbedaan mencolok antara masa kini dan Zaman Batu: tidak ada minyak atau gas yang dipompa di Timur Tengah saat itu. Apakah Presiden AS dan rakyat Amerika yang menempatkannya di tampuk kekuasaan yakin ingin memutar kembali waktu?” ujarnya.

Mengutip laporan Press TV, pernyataan tersebut menjadi pengingat akan potensi dampak ekonomi global yang serius apabila distribusi energi dari kawasan Asia Barat terganggu.

Pada akhirnya, Iran menegaskan tetap berkomitmen pada prinsip perdamaian, stabilitas, dan penghormatan terhadap kedaulatan, namun juga menyatakan kesiapan untuk mempertahankan hak-haknya serta kepentingan kawasan dari berbagai bentuk agresi yang dinilai mengancam.

Super Admin

Rusli

Silakan Masuk untuk berkomentar di postingan ini!

Anda mungkin juga menyukai