Minggu, 19 Apr 2026

Buntut Hujatan THR Rp15.000, Dewi Persik Lakukan Hal Ini




Kasus Viral | Kisah pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) yang sempat menuai sorotan publik berujung pada aksi sosial yang lebih luas dari pedangdut Dewi Persik. Setelah ramai diperbincangkan terkait nominal THR sebesar Rp15.000 yang diberikan kepada sebagian warga, Dewi Persik justru mengambil langkah lanjutan dengan membagikan paket sembako berupa beras kepada ribuan masyarakat di kampung halamannya. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus respons atas polemik yang berkembang di tengah publik.

Peristiwa bermula ketika video pembagian THR oleh Dewi Persik beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat dirinya membagikan uang kepada warga yang datang. Namun, nominal yang diterima sebagian warga dinilai terlalu kecil oleh netizen, sehingga memicu beragam komentar dan kritik. Tidak sedikit yang menilai pemberian tersebut kurang pantas jika dilihat dari statusnya sebagai figur publik. Polemik ini kemudian berkembang cepat dan menjadi perbincangan luas, terutama di platform seperti TikTok dan Instagram.

Menanggapi situasi tersebut, Dewi Persik tidak memilih diam. Ia justru kembali turun langsung ke masyarakat dengan membawa bantuan dalam jumlah yang jauh lebih besar. Kali ini, bentuk bantuan tidak lagi berupa uang tunai kecil, melainkan paket beras yang dibagikan kepada ribuan warga. Aksi pembagian dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar, dengan pengamanan serta pengaturan agar proses berjalan tertib.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk klarifikasi tidak langsung atas polemik sebelumnya. Alih-alih memberikan penjelasan panjang di media, Dewi Persik memilih menunjukkan aksi nyata dengan meningkatkan skala bantuan. Dalam beberapa rekaman yang beredar, terlihat warga berbondong-bondong menerima paket beras dengan tertib, sementara Dewi Persik tetap berinteraksi langsung dengan masyarakat yang hadir. Situasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa dirinya ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya secara lebih konkret.

Dari sisi sosial, pembagian paket beras dalam jumlah besar ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya. Beras sebagai kebutuhan pokok memiliki nilai manfaat langsung dibandingkan uang tunai dalam jumlah kecil. Oleh karena itu, aksi lanjutan ini dianggap mampu meredam sebagian kritik yang sebelumnya muncul, sekaligus memperkuat citra kepedulian terhadap masyarakat kecil.

Namun demikian, peristiwa ini juga mencerminkan bagaimana cepatnya opini publik terbentuk di era digital. Satu potongan video dapat memicu persepsi yang luas, bahkan sebelum konteks lengkapnya dipahami. Dalam kasus Dewi Persik, polemik THR Rp15.000 berkembang menjadi tekanan publik yang pada akhirnya mendorong aksi sosial lanjutan dalam skala lebih besar. Ini menunjukkan bahwa figur publik tidak hanya dinilai dari niat, tetapi juga dari persepsi yang terbentuk di ruang digital.

Aksi pembagian ribuan paket beras tersebut akhirnya menjadi penutup dari rangkaian polemik yang sempat memanas. Dewi Persik menunjukkan bahwa kritik yang datang dapat dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar klarifikasi. Bagi sebagian masyarakat, langkah ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tetap menjadi prioritas, meskipun sempat diwarnai kontroversi di awal.

Super Admin

Rusli

Silakan Masuk untuk berkomentar di postingan ini!